<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6713254755785238992</id><updated>2012-02-16T20:36:17.084-08:00</updated><title type='text'>Fisip UMB</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fisip-umb.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6713254755785238992/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fisip-umb.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>fisip-umb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11216336725272321870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6713254755785238992.post-311901092948887582</id><published>2011-05-11T00:06:00.003-07:00</published><updated>2011-05-11T00:06:22.818-07:00</updated><title type='text'>Wisuda</title><content type='html'>testiomolnial&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6713254755785238992-311901092948887582?l=fisip-umb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fisip-umb.blogspot.com/feeds/311901092948887582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fisip-umb.blogspot.com/2011/05/wisuda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6713254755785238992/posts/default/311901092948887582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6713254755785238992/posts/default/311901092948887582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fisip-umb.blogspot.com/2011/05/wisuda.html' title='Wisuda'/><author><name>fisip-umb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11216336725272321870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6713254755785238992.post-8219860834971032513</id><published>2011-03-29T23:45:00.001-07:00</published><updated>2011-03-29T23:45:03.918-07:00</updated><title type='text'>Kementerian Pendidikan Lambat Serap Anggaran</title><content type='html'>Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan  (UKP4) melaporkan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas)  merupakan institusi negara yang paling lamban menyerap Anggaran  Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2010. &lt;br /&gt;Dari total anggaran sebesar Rp200 triliun, kementerian ini menyisakan  anggaran tidak terserap hingga Rp16 triliun.&amp;nbsp; "Kami belum mengetahui  masalah ini tapi kami kaji mendalam," kata Ketua UKP4 Kuntoro  Mangkusubroto disela &lt;em&gt;Citi Economic Political Outlook 2011&lt;/em&gt;, di  Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu, 30 Maret 2011. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Kuntoro, penyerapan anggaran Kemendiknas ini sangat disayangkan karena  masih ada lembaga negara nonkementerian yang bisa menyerap anggaran  diatas 95 persen. Salah satu institusi negara itu adalah Pemerintah  Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang mampu menyerap anggaran hingga 98  persen karena mengimpelemntasikan program Badan Rekonstruksi dan  Rehabilitasi Aceh. "Nyombong dikit boleh dong," kata Kuntoro yang  merupakan mantan Ketua BRR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati masih ada kementerian yang  lamban dalam penyerapan anggaran, UKP4 secara umum memuji penyerapan  anggaran yang rata-rata sudah diatas 90 persen. "Ini bagus, nanti  tinggal kita maksimalkan," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Kementerian  Keuangan juga mendorong sepuluh instansi pemerintah untuk menggenjot  penyerapan belanja modal dalam APBN tahun 2011. Kemenkeu bahkan sampai  harus memanggil 10 Kementerian dan lembaga&amp;nbsp; yang tahun ini menjadi  pengguna anggaran terbesar negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh Kementerian yang  dianggap masih lamban menyalurkan anggaran selama awal tahun itu antara  lain Kementerian Perhubungan, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral,  Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Kesehatan, Kementerian  Pekerjaan Umum, Kementerian Pertahanan, Kementerian Agama, Kementerian  Perumahan Rakyat, dan Kementerian Pertanian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Ditjen  Perbendaharaan Kemenkeu menunjukan pagu belanja modal APBN 2011 sebesar&amp;nbsp;  Rp135,8 triliun. Dari alokasi dana tersebut, sebanyak 10 Kementerian  dan Lembaga tercatat memiliki pagu belanja modalnya hingga Rp113,5  triliun. Sayangnya, hingga akhir Februari, Kemenkeu mencatat baru  sekitar 5 persen dari anggaran ke-10 instansi pemerintah itu yang sudah  terserap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, Menteri Keuangan Agus Martowardojo  menyatakan penyerapan anggaran selama 2010 diperkirakan mencapai 93,6  persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).  Penyerapan ini mencapai rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  dia, rata-rata penyerapan anggaran dalam empat tahun sebesar 90,4  persen. Penyerapan anggaran tertinggi sebelumnya sebesar 91,6 persen  yang terjadi pada 2009, dan bisa terpecahkan tahun ini.&lt;br /&gt;Sumber : VIVAnews&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6713254755785238992-8219860834971032513?l=fisip-umb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fisip-umb.blogspot.com/feeds/8219860834971032513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fisip-umb.blogspot.com/2011/03/kementerian-pendidikan-lambat-serap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6713254755785238992/posts/default/8219860834971032513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6713254755785238992/posts/default/8219860834971032513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fisip-umb.blogspot.com/2011/03/kementerian-pendidikan-lambat-serap.html' title='Kementerian Pendidikan Lambat Serap Anggaran'/><author><name>fisip-umb</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11216336725272321870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
